Beranda News Pesan Untuk Orang Yang Sombong Part2

Pesan Untuk Orang Yang Sombong Part2

BERBAGI
pesan untuk orang sombong

Pesan Untuk Orang Yang Sombong Part2 – saudara-saudara yang paling gampang adalah hidup seorang bhikkhu karena kebetulan yang tanya Bhikkhu maka saya akan cerita tentang kehidupan Bhikkhu.

Perenungan seorang bhikkhu sangat sederhana kita ini nggak pernah masuk dapur. Anda Kak kalau lihat saya masuk dapur malah orang dapur kaget semua tidak pernah masuk dapur artinya apa saudara Kok bisa tahan 33 tahun kenapa bisa bertahan 33 tahun nggak pernah masuk dapur, orang menyediakan makanan untuk saya kalau orang sudah menyediakan makanan untuk saya berarti saya hidupnya tergantung sama orang lalu apa yang harus saya Sombong kan nggak ada gunanya.

Kalau kita bisa memahami ini lalu Bhikkhu tuh mau apa kita mau setinggi apa kita mau pangkat seberapa banyak nggak ada apa-apanya, kadang-kadang orang ngomong nanti muncul gini-gini Balerejo apanya itu cuman penunggu aja kok bukan milik saya.

Ketika saya meninggal Saya juga tidak akan memiliki tempat itu itu akan diambil ataupun itu adalah milik umat Buddha bukan saya yang punya saya hanya penunggu seumur hidup.

Ketika saya sudah meninggal itu akan dipakai oleh yang lain kalau sudah begitu apa yang bisa sombong kan nggak ada apa-apanya prestasi itu tidak ada karena prestasi itu sebetulnya hanya karena dukungan orang lain hidup seorang bhikkhu sebetulnya dukungan orang lain karena itu saudara-saudara kalau kita memahami hal ini dan ini terjadi pada siapapun juga Anda mau pengusaha besar kalau pengusaha besar nggak punya pegawai apa ada juga bisa kerja jadi pengusaha

Pesan Untuk Orang Yang Sombong Part2 Dari Bhikkhu Uttamo

Ketika anda jualan mana tokonya rame kalau ndak ada orang beli apa anda bisa jadi orang kaya ada 1 pengusaha yang luar biasa sekali yang Kayak pernah kenal yaitu pengusaha roti.

Dia kenal dan dia membuat kamarnya para karyawan dan karyawati nya itu sama seperti kamarnya yang punya, sama bagusnya sama mewahnya cuman bedanya kalau yang punya itu satu kamar cuman suami istri Kalau itu satu hal isinya beberapa pegawai dengan ranjang susun tapi ada TV parabola ada internet dan ada segalanya.

Kemudian Kalau kebetulan ada salah satu pegawai yang menikah semua ini naik bis yang sama dengan bosnya untuk pergi ke pernikahan di desa. Saudara-saudara saya tanya kepada bos itu kenapa kamu menyediakan fasilitas seperti itu dan kenapa kamu kok sampai nganter para karyawan itu ke desa dengan naik bus yang sama pada kamu mobilnya mewah sekali.

Dia mengatakan bahwa Saya ini pengusaha roti jam 03.00 pagi adonan pertama sudah mulai dikerjakan. Saya masih tidur mereka yang kerja, ke mereka itulah yang membuat saya kaya seperti hari ini, tanpa mereka saya bukan apa-apa, karena itu saya tidak punya hak untuk menindas mereka

Mereka adalah mitra kerja saya karena itu ketika mereka ada yang menikah saya akan datang ke tempat mereka dengan naik bis yang sama karena mereka dalam Mitra saya.

Coba saudara orang ini memahami dengan baik bahwa sesungguhnya bukan diri sendiri yang membuat kita sukses tapi kita karena dukungan orang lain.

Kalau kita memahami ini apa kegunaannya kesombongan yang justru menghancurkan diri kita sendiri apalagi kalau sudah mengerti tentang jenazah anda selalu membaca Wijaya Sutta anda akan memahami orang yang kaya, orang yang cantik, orang yang ganteng, orang yang pandai, orang yang berpangkat, orang yang apa, akhirnya semua itu hanya jadi jenazah.

Kalau sudah akhirnya jadi jenazah yang busuk yang dimakan ulat dimakan cacing yang akhirnya juga menjadi tengkorak yang akhirnya juga Lapuk dan akhirnya menjadi serbuk apa yang mau disombongkan Prestasi apa yang akan di sombongkan karena semua itu hanya proses kita sesungguhnya hanya pelaksana di dalam satu masa saja apa yang kita lakukan yang terbaik ini hanya mudah-mudahan bisa dikenang tapi bukan untuk menambah kesombongan hanya untuk memberi makna di dalam hidup Sudahkah saya dilahirkan oleh orang tua saya itu bermanfaat Apakah saya ini justru memalukan orang tua saya .

Ketika saya menjadi bhikkhu saya meminta izin kepada orang tua dan orang tua saya sulit untuk lepas saya hanya ngomong orang menjadi bukan menjadi orang baik menjadi orang baik kok ditangisi kalau saya menjadi penjahat apa kamu lebih seneng.

Ya udah kamu jadi Bhikkhu kata-kata itu yang merupakan janji bagi saya, bahwa saya menjadi Bhikkhu, saya harus menjadi baik kemudian saya menerima dana makan dari orang berarti saya juga harus baik sama orang karena kalau saya bisa jalani dengan baik menjadi bhikkhu maka orang yang berdana kepada saya akan merasakan manfaat kalau sudah demikian ini kita selalu menyadari hidup kita sangat tergantung orang lain.

Contoh saya adalah sebagai berikut Tapi siapa pun di antara anda tadi juga Bhante theja sudah sampaikan. kita semua tergantung sama orang lain. Anda lahir kalau nggak tergantung ibu anda Siapa yang melahirkan anda. Puser Anda itu adalah tanda bahwa ibu anda mengandung Apakah anda kenal dengan ibu anda atau tidak itu ndak urusan Tapi puser anda itu adalah hubungan anda dengan ibu anda Siapa di sini nggak punya puser semua punya puser.

Berarti semua punya ibu Apakah anda kenal ibu atau tidak nggak pusing tetapi itu jasanya ibu yang sudah membuat anda terlahir sebagai manusia jasanya ibu dan bapak yang membuat Anda terlahir sebagai manusia dan mengenal Dharma.

kalau sudah demikian itu mereka yang berjasa Anda sekolah ada gurunya anda menjadi bhikkhu anda menjadi pengusaha anda menjadi apa semua itu ada orang lain yang mendorong anda untuk maju karena itu kesombongan hanya menghancurkan diri sendiri tidak bermanfaat untuk orang lain berjuanglah terus jadilah pelaku sejarah tapi jangan pernah sombong karena ndak ada manfaatnya dan itu tidak dibawa ke alam yang selanjutnya terima kasih.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here