Beranda News Cara Bermeditasi Untuk Lepas Dari Penderitaan

Cara Bermeditasi Untuk Lepas Dari Penderitaan

BERBAGI
cara bermeditasi untuk lepas dari penderitaan

Cara Bermeditasi Untuk Lepas Dari Penderitaan dalam Ceramah Dhamma dan Bimbingan Meditasi oleh YM Luangpho Tiva Abhakaro, diterjemahkan oleh YM Bhante Weerasin Khantiko Mahathera di Vipassana Graha.

● YM Lungpho Tiva mengatakan, kita sebagai MANUSIA MASIH MELEKAT PADA SEMUA YANG BERKONDISI, KHUSUSNYA TUBUH BADAN JASMANI KITA SENDIRI.

● Karenanya, KITA MENDERITA DALAM KELAHIRAN, KESAKITAN, USIA TUA DAN KEMATIAN.

● Bagi siapa yang mau MENGEMBANGKAN KEBIJAKSANAAN agar DAPAT MEMBEBASKAN DIRI dari PENDERITAAN, maka ia harus MELATIH MEDITASI KEBIJAKSANAAN / PANDANGAN TERANG / VIPASSANA BHAVANA.

● Seseorang yang sudah AHLI / LANCAR DALAM MEDITASI KETENANGAN BATHIN / SAMATHA BHAVANA, akan lebih MUDAH MELATIH MEDITASI KEBIJAKSANAAN ;

● Karena KETENANGAN BATHIN MERUPAKAN PONDASI UNTUK MENGEMBANGKAN KEBIJAKSANAAN.

● Jika seseorang hanya mempraktekkan/melakukan SAMATHA saja, maka PERASAANNYA HANYA MERASAKAN BAHAGIA DALAM BATHIN SAJA.

● Semestinya KITA MENINGKATKAN BATHIN INI UNTUK MENJADI BIJAKSANA.

● Marilah upasaka/upasika yang berbahagia, KITA MELAKSANAKAN MEDITASI KEBIJAKSANAAN.

● Sang Buddha, guru agung kita mencapai pencerahan dengan MELAKSANAKAN DAN MENGETAHUI TENTANG 4 KESUNYATAAN MULIA.

● Beliau MEMAHAMI TENTANG DUKKHA :
☆ Dukkha Samudaya (sebab/sumber/asal mula Dukkha),
☆ Dukkha Nirodha (akhir Dukkha), dan
☆ Dukkha Nirodha Gaminipada (jalan menuju akhir Dukkha).

● Jalan untuk menuju kebebasan/jalan untuk membersihkan sumber penderitaan ini tiada lain adalah JALAN TENGAH / JALAN ARIYA BER UNSUR 8 (Ariyo Atthangiko Maggo), yaitu :
1. Samma-ditthi ( PENGERTIAN BENAR ).
2. Samma-sankappo ( PIKIRAN BENAR ).
3. Samma-vaca ( UCAPAN BENAR ).
4. Samma-kammanto ( PERBUATAN BENAR ).
5. Samma-ajivo ( PENGHIDUPAN BENAR ).
6. Samma-vayamo ( USAHA BENAR ).
7. Samma-sati ( KESADARAN BENAR ).
8. Samma-samadhi ( SAMADHI BENAR ).

Cara Bermeditasi Untuk Lepas Dari Penderitaan selanjutnya

● Singkatnya, maggo/magga ini adalah SILA, SAMADHI DAN PANNÀ.

● Sehubungan dengan 8 magga ini, Luangpho Tiva menekankan pada 3 hal, yaitu SATI (kesadaran), SAMADHI (meditasi), dan PANNÃ (kebijaksanaan).

● Bapak/Ibu/saudara/i sekalian, marilah kita DUDUK DALAM POSISI yang NYAMAN.

● Dan saat ini kita duduk di sini, kita melihat ke seluruh tubuh badan jasmani ini, dengan FOKUS SATI / KESADARAN pada UJUNG HIDUNG.

● Dengan KESADARAN ada di titik ini, kita BISA MELIHAT DI SELURUH TUBUH BADAN JASMANI kita ini; bentuk yang utama tubuh badan jasmani ini, dan MELIHAT NAFAS MASUK – NAFAS KELUAR ini dinamakan KONSENTRASI /SAMADHI.

● FOKUS PADA KESADARAN DI UJUNG HIDUNG ; tiap nafas masuk dan nafas keluar adalah KONSENTRASI.

● Jadi KITA TAHU saat nafas masuk dan nafas keluar, KARENA KESADARAN YANG DI UJUNG HIDUNG ITU.

● Berarti KITA MELIHAT KETIGA-TIGANYA SELALU DIKUMPULKAN / DISATUKAN DI DALAM TUBUH INI ; DENGAN KESADARAN, NAFAS DAN TUBUH INI.

● Di sinilah KUMPULAN SUMBER KESERAKAHAN / KILESA yang KITA LEKATI, bahwa : INI AKU, INI MILIKKU; INI ADALAH LAKI-LAKI, INI ADALAH PEREMPUAN.

● Melihat tubuh badan jasmani ini ADA YANG DINAMAKAN: INI PUTIH, INI HITAM; INI CANTIK, INI JELEK, dst.

● Setelah kita MELIHAT/MELEKAT PADA SEMUA BAGIAN/BENTUK TUBUH-TUBUH ini, maka TIMBULLAH PERASAAN SUKA/ TIDAK SUKA, CANTIK/TIDAK CANTIK, dst.

● Jadi SEMUA MANUSIA INI MELEKAT PADA TUBUH BADAN SENDIRI/TUBUH ORANG LAIN.

● Dari situ MELIHAT ORANG LAIN ADA YANG CANTIK, TAMPAN, dst.

● Jadi KARENA KEMELEKATAN INI, MAKA PENDERITAAN MUNCUL.

● Untuk MENGEMBANGKAN KEBIJAKSANAAN, KITA MELIHAT DENGAN BENAR-BENAR PADA TUBUH BADAN JASMANI INI.

● Kita melihat bentuk-bentuk ini HANYA CAMPURAN dari 4 unsur: bentuk-bentuk yang keras adalah TANAH, bentuk-bentuk yang cair di seluruh tubuh kita sebagai AIR, nafas masuk dan nafas keluar adalah ANGIN, sistem tubuh ini hangat karena di dalam tubuh ini ada API.

● Jadi kita harus merenungkan dengan jelas, bahwa TUBUH BADAN JASMANI KITA INI HANYA 4 UNSUR INI SAJA.

● Oleh karena itu, seluruh tubuh badan jasmani ini BERARTI BUKANLAH MILIK KITA.

● Semua bentuk-bentuk ini gampang/mudah berubah; dinamakan ANICCÃ/TIDAK KEKAL.

● Kita hanya MELEKAT PADANYA, bahwa ini MILIK KITA.

● Padahal itu semua TIDAK TAHAN LAMA, dan AKAN HANCUR.

● Inilah CARA MELIHAT seluruh tubuh badan jasmani ini DENGAN BENAR/APA ADANYA.

● Dengan melihat tubuh badan jasmani ini SEBAGAI APA ADANYA, hal ini hanya untuk MENGEMBANGKAN BATHIN KITA untuk MENUJU KEBIJAKSANAAN.

● MELIHAT DENGAN JELAS bahwa SEMUA BAGIAN TUBUH BADAN JASMANI INI ADALAH TIDAK KEKAL.

● Terus menerus sampai MELIHAT DENGAN JELAS ; TIMBUL-LENYAP, TIMBUL-LENYAP.

● Melihat dengan jelas tubuh ini SETELAH MATI AKAN DI KREMASI.

● Lalu lahir-mati, lahir-mati dst, BERULANG-ULANG.

● Untuk melihat jelas seperti itu, kita perlu MELIHAT KE DALAM DIRI, dengan menyatukan ketiga hal tersebut.

● Inilah cara untuk MENGEMBANGKAN KEBIJAKSANAAN.

● Perlu waktu untuk MERENUNGKANNYA.

● Siapa pun yang merenungkan sampai benar-benar akan BISA MELEPAS KEMELEKATAN TERHADAP SELURUH BADAN INI.

● Maka BATHINNYA AKAN BERKEMBANG MENJADI BIJAKSANA, DAN TIDAK AKAN MELEKAT..

● Bila hal ini DILAKUKAN TERUS MENERUS, BISA MENCAPAI PENCERAHAN.

● Tujuan MEDITASI ITU BUKAN HANYA UNTUK MENEKAN KILESA, karena KILESA JIKA HANYA DITEKAN – IA TIDAK AKAN HILANG ; dan AKAN TETAP ADA.

● Lungpho Tiva mengibaratkan seperti orang MENYETIR MOBIL.

● Pada saat seseorang menyetir mobil, SAAT ADA ORANG LAIN YANG TIBA-TIBA MEMOTONG JALAN NYA :

● Apabila seseorang MEMILIKI KETENANGAN BATHIN; IA HANYA BISA MENAHAN EMOSI SAJA.

● Jadi apabila ada seseorang yang tiba-tiba memotong jalan, mungkin satu kali, dua kali, ORANG INI BISA MENAHAN EMOSI, mengingat bahwa HARUS SABAR ; tapi kalau kejadian ini terjadi berulang kali, maka orang ini LAMA KELAMAAN TIDAK BISA MENAHAN EMOSI.

● Jadi HANYA MENEKAN / MENAHAN MASALAH SAJA, BUKAN MENGHILANGKAN.

● LAMA KELAMAAN APABILA PENUH, AKAN MELEDAK.

● BERBEDA dengan orang yang memiliki KEBIJAKSANAAN BATHIN ; orang ini akan berpikir bahwa mungkin orang ini ADA KEPERLUAN MENDESAK, mungkin ADA YANG SAKIT, dsb.

● Itulah PERBEDAAN seseorang yang praktek/berlatih SAMATHA BHAVANA (Meditasi Ketenangan) dan VIPASSANA BHAVANA (Meditasi Kebijaksanaan).

● Apabila HANYA PRAKTEK MEDITASI KETENANGAN, BIASANYA HANYA MERASA TENANG SAAT MEDITASI saja; SETELAH MEDITASI, MASALAH TETAP ADA (tidak hilang).

● MEDITASI KETENANGAN ini HANYA UNTUK MENEKAN KILESA, TIDAK MENGHILANGKAN KILESA.

● IBARAT GEDUNG ; GEDUNG ITU TETAP ADA, TIDAK HILANG.

● BERBEDA dengan yang praktek MEDITASI KEBIJAKSANAAN ; dengan MELATIH MEDITASI KEBIJAKSANAAN, LAMA KELAMAAN KILESA AKAN HILANG.

● Apabila seseorang ingin BEBAS DARI PENDERITAAN, MAKA IA HARUS MELATIH MEDITASI VIPASSANA / KEBIJAKSANAAN, SUPAYA TIDAK MELEKAT ; ‘iNI BUKAN AKU’, ‘iNI BUKAN MILIKKU’.

● Itulah sebabnya, SEORANG PERTAPA HARUS TINGGAL SENDIRI ; apabila tinggal bersama-sama, ADA PERTAPA YANG SUKA MARAH-MARAH ; ini karena pertapa tersebut MEMPRAKTEKKAN MEDITASI KETENANGAN, BUKAN MEDITASI KEBIJAKSANAAN.

● Apabila MELATIH MEDITASI KEBIJAKSANAAN, KILESA AKAN LENYAP KARENA KITA MENGATASINYA DENGAN KEBIJAKSANAAN.

● PANDANGAN / PIKIRAN AKAN BERUBAH.

● Kita akan MELIHAT DUNIA DENGAN BENAR.

● Ibarat komputer, sekarang kita kita harus memasukkan program baru : ‘INI BUKAN KITA, INI BUKAN MILIK KITA’.

● Ini untuk MENGHAPUS KILESA.

● Jadi kita harus ingat bahwa apabila kita INGIN TERBEBAS DARI PENDERITAAN, KITA HARUS MELATIH MEDITASI KEBIJAKSANAAN.

● FOKUS pada KESADARAN, KONSENTRASI DAN KEBIJAKSANAAN ; KETIGA HAL INI HARUS DI PRAKTEKKAN SECARA BERSAMA-SAMA.

● KALAU SEMUA ORANG MEMPUNYAI DHAMMA, MAKA SEMUA ORANG AKAN BAHAGIA.

Begitulah tata Cara Bermeditasi Untuk Lepas Dari Penderitaan yang dijelaskan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here