Beranda Cerita Legenda Asal Mula Miao Shan Anak Dari Raja Miao Zhuang

Asal Mula Miao Shan Anak Dari Raja Miao Zhuang

BERBAGI

Asal Mula Miao Shan Anak Dari Raja Miao Zhuang – Kepercayaan Buddhisme yang terkenal dan berkembang pesat di China, diyakini bahwa segala permohonan yang berangkat dari ketulusan dan niat suci, maka biasanya Dewi Kwan Im akan mengabulkan permintaan tersebut.

Terutama pada saat-saat genting dimana seseorang tengah berhadapan dengan bahaya. Sehingga dalam kurun ribuan tahun, pengabdian moral dari Dewi Kwan Im dikenal galib berporos empat jalan kebenaran. Yakni, pengembangan kebajikan, pengembangan toleransi dan saling hormat menghormati, pengendalian batin dan mawas diri, serta menghindarkan dari marabahaya.

Menurut Kitab Suci Kwan Im Tek Too yang disusun oleh Chiang Cuen, Dewi Kwan Im dilahirkan pada jaman Kerajaan Ciu/Cian Kok pada tahun 403-221 Sebelum Masehi.

Asal Mula Miao Shan Anak Dari Raja Miao Zhuang Negeri Xing Lin

Terkait dengan legenda puteri Miao Shan, anak dari Raja Miao Zhuang/Biao Cong/Biao Cuang penguasa negeri Xing Lin, kira-kira pada akhir Dinasti Zhou di abad III SM. Raja Miao Zhuang sangat mendambakan seorang anak lelaki, tetapi yang dimilikinya hanyalah 3 orang puteri. Puteri paling tua Miao Shu, puteri yang kedua namanya Miao Yin, dan yang bungsu bernama Miao Shan.

Miao Shu dan Miao Yin lebih dimanja oleh fasilitas istana dan berfoya-foya. Berbeda dengan sibungsu Miao Shan dengan rajin menjaga dan merawat kedua orang tua mereka. Dari ketiga putri sang Raja, putri ketiga lah yang sangat berbakti kepada kedua orangtua serta leluhurnya. Miao Shan juga memperlihatkan sifat welas asih kepada semua makhluk. Itu sebabnya ia sudah tidak memakan daging sejak bayi (Vegetarian).

Sebenarnya sudah terlihat sejak bayi apabila Miao Shan mendengar kata “bunuh” akan menangis sekeras-kerasnya dan tidak mau bila diberi makan daging saat balita. Rasa pedulinya terhadap semua dayang istana sangat besar sehingga ia disayangi oleh semua pihak. Ia selalu mengaplikasikan bentuk-bentuk kebajikan Buddhisme yang ia pelajari dan dalami ke dalam hidup sehari-harinya.

Miao Shan Diusir Dari Istana

Hal tersebut menimbulkan iri hati dan benci dari kedua kakak perempuannya, sehingga dengan intrik dan hasutan jahat bekerjasama dengan seorang peramal tua yang jahat akhirnya Miao Shan diusir dari istana. Miao Shan dianggap sebagai jelmaan iblis jahat sehingga negeri mereka yang dulunya makmur sekarang selalu dirundung bencana. Padahal bencana dan masalah datang karena banyak pejabat istana termasuk si peramal tua jahat itu terlibat korupsi, bahkan si peramal tua berambisi mengambil tahta Sang Raja. Gerombolan para pen jahat itu mengklaim sejak Miao Shan lahir bencana susul menyusul tiada henti. Kalau bukan kekeringan, pasti kebanjiran. Kalau bukan kelaparan pasti wabah penyakit. Akhirnya Miao Shan dianggap titisan iblis yang dikutuk oleh langit dan turun kebumi.

Akhirnya Miao Shan mengabdikan diri sebagai samaneri (calon biksu perempuan). Seiring dengan pergantian tahun, Sang Raja, ayahnya Miao Shan sering mengalami sakit-sakitan karena merasa rindu pada putri bungsunya tersebut.

Rasa kangennya menyebabkan Raja menderita penyakit aneh yang sekujur tubuhnya ditumbuhi bisul dan borok yang tidak bisa disembuhkan. Semua kejadian ini ada kaitannya dengan ilmu iblis yang dipelajari oleh peramal tua yang mengincar tahtanya. Bahkan Raja menjadi buta dan permaisuri menjadi kelainan jiwa akibat merindukan putri bungsu mereka.

Miao Shan Menolong Raja

Miao Shan yang merasa iba, berkat kesaktiannya, mengubah dirinya menjadi seorang bikkhuni. Kemudian mendatangi istana, dan menjenguk ayahnya yang terkapar sakit dengan dalih sebagai tabib. Setelah Miao Shan membacakan parita, ayah ibunya itu merasakan damai yang tiada tara sehingga mereka tertidur dengan damai. Namun dalam penyamarannya itu bukannya mengobati ia malah memberi petunjuk bahwa Sang Raja menderita penyakit aneh, dan hanya dapat sembuh jika mengkonsumsi sekerat daging manusia dan sebiji bola mata yang berasal dari tubuh putri kandungnya. Tentu saja ayah ibunya tidak mendengar hal ini karena sudah tertidur, kalau mendengar mungkin mereka tidak berkenan menjalankan pengobatan.

Didepan ibu suri dan kedua saudaranya, Miao Shan memberitahukan cara pengobatan aneh itu. Di saat meminta kedua kakak perempuannya untuk berkorban diiris otot lengan dan dicungkil sebelah bola matanya untuk dicampur pada obat bagi ayah mereka, saat itu juga keduanya berlutut di samping ranjang ayahanda mereka, menangis tersedu-sedu.

“Ayahanda, kasihanilah saya Miao Shu. Saya masih memiliki anak yang masih kecil dan mereka masih membutuhkan saya untuk membesarkan mereka.”

Tak lama berselang, Miao Yin menyusul dengan kalimat bernada serupa. Kali ini tangisnya lebih deras. Tiba-tiba Miao Shan menengahi, dengan bijak ia berkata.”Kalau begitu biarkan daging dan bola mata saya saja yang dikorbankan untuk kesembuhan Baginda.” Saat itu kedua kakaknya belum menyadari bahwa yang dihadapan mereka adalah Miao Shan, oleh karena dandanannya yang sederhana sebagai biksuni dan juga karena sekian tahun lamanya mengembara di luar.

Setelah mengiris sekerat otot lengan dan mencongkel bola matanya sendiri dengan belati tanpa rasa takut, dengan tenang serta penuh keikhlasan ia memberikan bagian-bagian tubuhnya itu untuk campuran ramuan obat untuk ayah ibunya.

Saat mengaduk-aduk ramuan obat itu, terjadi keajaiban. Ramuan obat itu memancarkan harum wangi dupa dan memenuhi seluruh penjuru istana. Raja Miao Zhuang setelah meminum “obat mujarab” tersebut sembuh seketika dan matanya dapat melihat kembali.

Raja Ingin Memberikan Imbalan Kepada Miao Shan

Atas apa yang sudah dilakukan Miao Shan, maka Raja menanyakan apa yang diinginkannya. “Hamba hanya ingin berbuat baik untuk menyebarkan dharma dan ajaran sang Buddha dan tidak ingin apapun dari Raja.” Demikian ungkap Miao Shan.

“Apa ada permintaan biksuni agar kami tidak merasa terlalu sungkan karena tidak memberikan apa-apa.” Kata Sang Raja. Terdiam sejenak, kemudian Miao Shan melanjutkan. “Hamba sudah lama kehilangan ayah dan ibu, bolehkan hamba memeluk Baginda dan Permaisuri sehingga kerinduan akan ayah-ibu bisa terobati?”

“Ha? Sesederhana itu? Kenapa tidak boleh… silahkan.” Sahut sang Raja.

asal mula miao shan anak dari raja miao zhuangMiao Shan menunduk dan menghampiri ayah bundanya itu, setelah bersujud di pelukan Raja ia kemudian berpindah ke pelukan permaisuri dengan airmata berlinang dan suara isak tangis. “Ibu, maafkan Miao Shan sebagai anak yang tidak berbakti” demikian Miao Shan berbisik. Setelah perkataan tersebut, permaisuri baru sadar bahwa itu adalah putri bungsunya yang telah diusir dari istana akibat konspirasi pejabat yang tidak setia. Mendengar hal tersebut Raja sangat kaget dan sangat senang sehingga langsung memeluk tubuh putri bungsunya itu dengan airmata berlinang.

Dari kejadian ini, kebajikan dan keluhuran budi Miao Shan menjadi legenda dan sangat terkenal di tanah Tiongkok. Miao Shan membantu orang dengan tulus serta tanpa pamrih, pengorbanan tanpa batas, sifat welas asih yang tiada tara, dan masih banyak lagi kemuliaan yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Seusai peristiwa ini Miao Shan tetap bertekad melanjutkan pertapaannya dengan menjadi biksuni sepanjang hidup dan pengabdiannya. Meski berat hati, tapi Raja Miao Zhung dan permaisurinya merelakan putri bungsunya tersebut, memaklumi niatnya untuk mengabdi bagi kemanusiaan.

Demikian Kisah Asal Mula Miao Shan Anak Dari Raja Miao Zhuang, jika ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan dan dibenarkan melalui kolom komentar.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here