Beranda News 3 Cara Meningkatkan Kesadaran dari Bhante Uttamo

3 Cara Meningkatkan Kesadaran dari Bhante Uttamo

BERBAGI
3 cara meningkatkan kesadaran dari bhante uttamo

3 Cara Meningkatkan Kesadaran dari Bhante Uttamo perlu diketahui agar kita selalu berpikir sebelum melakukan tindakan baik didalam berkata maupun didalam tindakan.

Yah, tidak seharusnya saya berbicara seperti itu ke dia? Pernahkah anda mengalami kejadian seperti itu? Kejadian dimana anda baru tahu menyakiti orang lain setelah ucapan selanjutnya terucap dari mulut kamu? Apabila pernah, bermakna kesadaran anda kurang baik. Pada dasarnya, tiap-tiap manusia tentu punyai kesadaran. Perbedaannya adalah orang yang di dalam hidupnya kerap tahu dan orang yang kerap tidak sadar. Dan untuk menaikkan kesadaran, tidak diperlukan bakat tertentu, yang bermakna seluruh orang tentu dapat asalkan rajin berlatih.

Ada banyak cara menaikkan kesadaran. Dalam sebuah ceramah di Vihara Dharma Suci Pantai Indah Kapuk (PIK) tempo hari (04/12), Bhante Uttamo memberi tambahan misal latihan kesadaran lewat Ikebana, seni merangkai bunga dari Jepang. Menurut sejarahnya, Ikebana merupakan wujud dari meditasi biksu Zen terhadap periode Kamakura (1192-1333). Bukan cuma dijalankan oleh biksu Zen, para samurai terhadap masa itu terhitung secara berkesinambungan menyebabkan Ikebana sebelum saat pergi berperang untuk berlatih konsentrasi. Oleh para samurai, Ikebana bukan cuma sebuah seni merangkai bunga, tetapi sebagai lambang ketidakkekalan dari kehidupan.

3 Cara Meningkatkan Kesadaran dari Bhante Uttamo Selain Melalui Ikebana

Selain lewat Ikebana, Bhante Uttamo terhitung memberi tambahan tiga tips simpel yang dapat dijalankan sehari-hari untuk mendukung menaikkan kesadaran:

1 Bertanya ke di dalam diri, “Saat ini saya tengah apa?”

Cara paling simpel untuk melatih kesadaran adalah dengan membiasakan bertanya ke di dalam diri, “Saat ini saya tengah apa?” Pertanyaan tersebeut bertujuan agar kita mengingat selalu sadar tentang apa yang telah dilakukan. Bhante Uttamo menjelaskan, seandainya tengah makan, ya tahu kalau tengah makan. Apabila tengah menyetir, mengerti kalau tengah menyetir. Untuk mendukung agar selamanya ingat untuk bertanya ke di dalam diri, Bhante Uttamo menganjurkan tulisan “Saat ini saya tengah apa?” ditempel di tempat-tempat yang kerap kami lihat, seperti di depan laptop, di pintu kulkas, di meja kerja, dan sebagainya. Hal ini bertujuan, agar kami selamanya ingat untuk bertanya ke di dalam diri kita.

2. Menumbuhkan rasa malu dan kuatir berbuat jahat

Untuk melatih kesadaran, terhitung dapat lewat pengkondisian. Caranya yakni dengan berlatih punyai rasa malu ketika berbuat jahat dan kuatir akan akibat kelakuan jahat. Bhante Uttamo menjelaskan, di dalam menumbuhkan rasa malu, ingatlah bahwa apa-pun yang kami laksanakan terhitung berdampak terhadap nama baik keluarga lebih-lebih marga kita. Ketika kami laksanakan suatu hal yang baik, maka satu keluarga atau marga mendapatkan pujian (nama baik). Sebaliknya, ketika kami laksanakan suatu hal yang tidak baik, maka kejelekan kami merubah nama baik dari marga. Dengan tahu perihal ini, kami menjadi tambah berhati-hati dan tahu atas tiap-tiap tindakan yang kami ambil. Karena apa-pun itu, dapat merubah orang-orang yang kami cintai.

Selain rasa malu, Bhante Uttamo menekankan terhadap faktor kuatir akan akibat kelakuan jahat. Bhante Uttamo menyarankan, faktor ini diajarkan kepada anak-anak ketika masih kecil. Rasa kuatir akan akibat kelakuan jahat dapat diajarkan lewat hukum karma (apa yang kami tabur, itulah yang akan kami tuai). Sebagai contoh, ketika anak kami mengambil alih mainan orang lain, kami dapat bertanya kepada anak kita, “Adik, apakah anda rela mainan anda diambil?” Apabila si anak berkata, “Tidak.” Kemudian kami akan menjelaskan, “Apabila anda tidak dambakan mainan anda diambil, jangan mengambil alih mainan orang lain.” Melalui pengajaran-pengajaran simpel semacam ini tetapi konsisten, maka akan membentuk karakter anak yang berhati-hati akan tiap-tiap tindakan yang dia lakukan. Anak selanjutnya akan tahu bahwa, “Kalau saya laksanakan sesuatu, saya akan menerima akibatnya, baik ataupun buruk. Semua akan ulang ke diri saya.”

3. Rutin bermeditasi

Banyak orang mulai susah laksanakan meditasi, entah itu dikarenakan tidak sempat atau mulai tidak dapat melakukannya. Padahal, untuk berlatih meditasi, cuma diperlukan keinginan untuk menjalankannya secara rutin. Bhante Uttamo menyarankan, kesadaran dapat dilatih lewat meditasi pagi dan malam tiap-tiap hari selama sekurang-kurangnya 15 menit. Dengan rutin berlatih meditasi, kami akan belajar memusatkan asumsi dan berlatih untuk fokus. Bhante Uttamo menambahkan, selain berlatih meditasi sendiri di rumah, hasilnya akan lebih maksimal seandainya terhitung ikuti kelas-kelas meditasi. Hal ini memiliki tujuan agar kami mendapatkan bimbingan dari para praktisi meditasi. Bhante Uttamo terhitung menjelaskan, hasil meditasi tidak dapat diamati cuma di dalam selagi 2-3 hari, tetapi seandainya kami berkesinambungan melakukannya selama tiga bulan maka manfaat baik dari meditasi akan muncul seperti lebih dapat mengendalikan diri dan tahu apa yang kami pikirkan, ucapkan, dan lakukan.

sabbe satta bhavantu sukita “Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here